Berita

Panen padi Salibu Jarwo 2:1 di Tabek Pariangan

Kamis, 03 Maret 2016 | 13:43 WIB | Seputar Kecamatan
foto

Hujan gerimis dan udara yang dingin, tidak menyulutkan semangat Kelompok Wanita Tani (KWT) Flamboyan di Jorong Buluh Kasok Nagari Tabek Kecamatan Paringan untuk melanjutkan acara Panen Padi Salibu Jarwo 2;1. Sebelum panen, terlebih dahulu diadakan diskusi di kediaman Ibu Emi, Ketua Kelompok Tani Flamboyan.

Diskusi ini menghadirkan Kepala Sekretariat Bakorluh Sumbar Ir, Yafren, Kadivre Bulog Solok yang membawahi Kabupaten Tanah Datar, Tover Indra, Koordinator Penyuluh Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Tanah Datar Rumsyah, Korem 0307 Tanah Datar, Danramil Pariangan, Kapolsek Pariangan, dan dihadiri pula unsur masyarakat Tabek, dan gabungan kelompok tani yang ada di Kecamatan Pariangan.

Membuka Diskusi, Kepala UPT Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kecamatan Pariangan, Irdawati, SP,  menyampaikan bahwa padi yang akan dipanen ini merupakan kegiatan BPK Model tahun 2015, untuk mengejar percepatan produksi padi dengan demplot Jarwo (jajar legowo) tipe 2:1, lalu dilanjutkan dengan program Salibu. Sistem Salibu merupakan tekhnologi budidaya padi dengan memanfaatkan batang bawah setelah panen sebagai penghasil tunas/anakan yang akan dipelihara. Tunas ini sebagai pengganti bibit pada sistem tanam pindah (tapin).

"Dengan sistem ini memungkinkan dalam satu kali tanam, petani bisa panen 3 kali dalam setahun. Dan ini tentunya sangat mengurangi biaya produksi, tenaga dan waktu sehingga dapat meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Sistem padi Salibu ini jugalah yang telah menghantarkan Ibu Emi, Ketua KWT Flamboyan ini sebagai Petani Berprestasi Tingat Nasional tahun 2014 lalu," ujar Irdawati.

Dengan sistem jajar legowo 2;1 saja, petani telah mendapat pertambahan keuntungan sekitar 33 persen, sementara Sistem Padi Salibu dapat pula meningkatkan keuntungan petani hingga 20 persen. Sehingga penggabungan sistem Jajar Legowo dengan sistem Salibu dapat meningkatkan jumlah produksi yang lebih besar lagi lebih dari (50 persen), yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani. Sebelum menggunakan metode salibu produksi padi sebesar 7,84 ton per hektar meningkat menjadi 12,9 ton per hektar.

Irdawati mengharapkan agar para petani dengan dukungan pemerintah melalui Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan tetap semangat untuk mengembangkan berbagai inovasi di bidang pertanian, jika itu semakin dapat meningkatkan kesejahteraan petani. "Setelah sistem Salibu ini berhasil, kita berencana akan melanjutkan dengan sistem Mina Padi. Jadi gabungan Jarwo 2;1, Salibu, dilanjutkan ke Mina Padi. Mina Padi ini, memungkinkan petani membudidayakan ikan di area padi," tambah Irdawati.

Hal senada juga disampaikan Ir Yafren dari Bakorluh Sumbar, Petani jangan cepat berpuas diri dengan sistem dan tekhnologi yang sudah dipakai. Petani harus selalu terbuka dengan inovasi-inovasi baru yang memungkinkan dapat lebih meningkatkan kesejahteraan petani. Menurut Yafren, ke depan petani harus lebih berpikir luas, bagaimana usaha bercocok tanam padi ditingkatkan menjadi berbagai usaha dalam skop yang lebih besar sebagai daerah agrowisata. Dimana dalam areal persawahan, di padu dengan perikanan, ada lahan untuk percontohan, disana ada tanaman palawija, lalu disediakan penginapan, dan dengan sentuhan promosi jadilah suatu kawasan wisata baru yang dicari-cari oleh masyarakat perkotaan.

Sementara Tover Indra, Kadivre Bulog Solok, menyampaikan siap untuk menampung produksi padi dari petani. Karena bulog selama ini kewalahan mencari pasokan padi. Tover berharap peningkatan produksi padi/beras petani ini dapat untuk memenuhi pasokan di Kabupaten Tanah Datar dan Sumatera Barat terlebih dahulu sebelum dijual ke propinsi tetangga misalnya.

Usai diskusi, dilakukan penyerahan bantuan waring/ jaring keliling untuk usaha mina padi dari UPT Kecamatan Pariangan kepada Ketua Kelompok Tani Flamboyan yang diserahkan oleh Ir Yafren.

Emi, Ketua Kelompok Wanita Tani Flamboyan menyambut gembira bantuan waring ini yang nantinya akan dimanfaatkan untuk pengembangan minapadi. "Kami sangat berterimakasih dengan perhatian dan bantuan dari pemerintah terhadap kelompok tani kami, sehingga kami dapat pula menerapkan sistem pertanian yang dapat meningkatkan produksi padi. Banyak juga masyarakat dari kelompok tani lain datang dan belajar kesini, dan itu semakin menambah semangat bagi kami untuk terus melakukan inovasi-inovasi yang baru. (Humas)

Share on:

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar
 
Link SKPD

Search
Informasi Wisata
Tautan
GPR Kominfo
Galeri Foto
Social Media
Instagram
Kontak Kami
Lambang Pemerintah Kabupaten Tanah Datar

Alamat: Jl. Sultan Alam Bagagarsyah Pagaruyung Batusangkar
Tanah Datar 27281
Sumatera Barat
Telpon: 0752 4415030
Fax: 0752 71500
E-mail: kominfo@tanahdatar.go.id