Berita

BEKRAF RI LAKUKAN UJI PETIK DI TANAH DATAR

Sabtu, 23 Maret 2019 | 15:28 WIB | Seremonial
BEKRAF RI LAKUKAN UJI PETIK DI TANAH DATAR

Kabupaten Tanah Datar dengan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan diharapkan akan semakin berkembang dari waktu ke waktu. Hasil yang diharapkan tentunya peningkatan kunjungan wisatawan yang akan memberi dampak bergeraknya ekonomi masyarakat.

Langkah ini yang diupayakan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dengan melakukan kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI melalui Program Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I).

Satu tahapan telah dillalui dengan telah dilakukan penandatanganan Berita Acara hasil Uji Petik PMK3I ini dihadiri oleh Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi, Wakil Bupati, Zuldafri Darma, Ketua DPRD Anton Yondra, Forkompinda, Pj. Sekda Helfy Rahmy Harun serta para aktor ekraf di Kabupaten Tanah Datar dan dari Bekraf sendiri, diwakilkan oleh Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Ahmad Rekotomo di Indo Jolito, Jum’at (22/3/2019).

Bupati Irdinansyah Tarmizi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan menyambut baik atas kesempatan yang diberikan kepada Tanah Datar khususnya pelaku ekraf untuk nantinya bisa mendapat bimbingan, pendampingan dan pembinaan dari Bekraf.

‘Selama ini pelaku ekonomi kreatif dengan berbagai macam jenis berjalan seperti air mengalir, mengalir secara alami, namun ketika ada kendala, sering mentok sendiri tanpa mendapat jalan keluarnya tepat, mudah-mudahan bagi pelaku ekraf yang terpilih akan terbantu dalam peningkatan skala usaha maupun kreatifitas yang semakin beragam,” ungkapnya.  

Sementara Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Ahmad Rekotomo menyampaikan Program Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) merupakan salah satu program unggulan dari Deputi Infrastruktur Bekraf yang bertujuan untuk membangun “Sistem Ekonomi Kreatif Indonesia” guna memetakan potensi dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan ekonomi kreatif di daerah.

Untuk Tanah Datar, sejak tanggal 19 Maret hingga 22 Maret 2019, Kedeputian Infrastruktur Bekraf telah menurunkan Tim PMK3I dan Tim Asesor untuk melakukan self assessment guna menentukan subsektor ekonomi kreatif (ekraf) apa yang akan menjadi potensi unggulan di Tanah Datar setelah sebelumnya didapat 4 subsektor ekraf di Tanah Datar yang menjadi pertimbangan, yaitu kriya, seni pertunjukan, kuliner, dan fesyen.

Dari hasil diskusi yang dilakukan bersama pelaku ekonomi kreatif, ditemukan jumlah pelaku subsektor seni pertunjukan  sejumlah 269 sanggar atau kelompok seni pertunjukan, 520 produsen, distributor dan penjual eceran di bidang kuliner, 68 pelaku di subsektor fesyen serta 84 kelompok di subsektor kruya yang terdiri dari pelaku tenun sulam, kriya tenun singket, kriya rajut dan kriya batik.

“Selama di Tanah Datar, kita melakukan Uji Petik PMK3I yang merupakan proses in depth interview dan bottom up scale tim asesor bersama dengan ke empat aktor ekraf (quadruple-helix) yaitu Pemerintah Daerah, Komunitas Kreatif, Akademisi, dan Pebisnis dari daerah tersebut guna menghitung nilai ekonomi yang dihasilkan oleh setiap subsektor ekraf“ jelasnya

Lebih lanjut disampaikan, Tanah Datar memiliki kelebihan sebagai “induk” budaya Minangkabau. “Dengan dikembangkan dan dilestarikan nilai dan budaya Minangkabau di Tanah Datar, daerah lain tentunya akan terus berkaca ke induknya sendiri,” sampainya lagi.

Sementara dari uji petik Tanah Datar ini, jelas salah seorang tim diperoleh hasil, Subsektor Kuliner di Tanah Datar tumbuh merujuk pada kebudayaan kuliner lokal yang didukung oleh bahan baku setempat. tercatat dilakukan oleh 500 lebih UKM. Walaupun pertemuan dengan empat pelaku menunjukkan besarnya nilai uang beredar, tetapi kelompok pelaku subsektor ini belum dapat dikategorikan berdasarkan besaran kekuatan maupun jangkauan. Adapun yang menjadi sorotan, antara lain: aneka keripik sebagai kudapan, aneka rendang, kopi dan panganan manis;

Subsektor Kriya didapatlah tenun songket dan batik yang menjadi sorotan utama. Subsektor Kriya ini saat dilakukan uji petik 86 kelompok usaha dimana 5 pelaku menunjukan nilai uang yang beredar belum terlalu siginifikan. Akan tetapi, subsektor ini merujuk dan mendasarkan diri pada pedoman dan rujukan tradisional sehingga subsektor ini berfungsi antara lain sebagai sarana konservasi dan pengembangan dari kriya dalam hal ini batik dan tenun.

Subsektor Fesyen  tidak terindikasi dari uji petik ini karena sedikitnya pelaku yang dapat diverifikasi. Akan tetapi subsektor ini memiliki potensi yang luar biasa, mengingat kekayaan khasanah adat Minangkabau sehingga subsektor ini memiliki potensi besar untuk ekonomi kreatif di masa datang;

Subsektor Seni Pertunjukan di Tanah Datar dilaksanakan di 75 Nagari yang mencakup lebih dari 150 sanggar dan kelompok seni pertunjukan. Pada bulan Maret 2019, 52 sanggar diantaranya telah menyusun organisasi komunitas seni pertunjukan. Potensi terbesar adalah sanggar yang selanjutnya dikoordinasikan melalui Kumpulan komunitas seni pertunjukan yang sekaligus merangkul kelompok-kelompok yang berada di negara serta mewakili kekhususan budaya & unggulan masing-masing nagari

Bahwa dengan demikian kondisi dan potensi ekosistem ekonomi kreatif Kabupaten Tanah Datar pada tahun 2019 menunjukkan kekuatan terbesar ada pada subsektor seni pertunjukan, maka hasil uji petik PMK3I pun menentukan bahwa Subsektor Seni Pertunjukan dipilih sebagai subsektor unggulan dari Kabupaten Tanah Datar yang kemudian diajukan menjadi bagian dari sistem Ekonomi Kreatif Nasional. (Humas)

 

Share on:

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar
 
Pengumuman
Link SKPD

Search
Tautan
GPR Kominfo
Galeri Foto
Social Media
Instagram
Kontak Kami
Lambang Pemerintah Kabupaten Tanah Datar

Alamat: Jl. Sultan Alam Bagagarsyah Pagaruyung Batusangkar
Tanah Datar 27281
Sumatera Barat
Telpon: 0752 4415030
Fax: 0752 71500
E-mail: kominfo@tanahdatar.go.id