MINTA DIMANFAATKAN AWAL TAHUN DEPAN, BUPATI IRDINANSYAH TINJAU PENGERJAAN PEMBANGUNAN PASAR KOTO BARU X KOTO

Our Blog post goes here

Bupati Tanah Datar Irdinansyah melakukan peninjauan pembangunan Pasar Koto Baru X Koto untuk melihat pekerjaan yang sedang dilaksanakan pihak rekanan, Rabu (25/12/2019).

Didampingi Asisten Ekobang Edi Susanto, Plt. Kadis Koperindag Osman Bin Nur, Kabag Administrasi Pembangunan Audia Safitri, Kabag Humas dan Protokol Yusrizal, Kabid Cipta Karya Lovely Harmaini, Bupati Irdinansyah berharap pengerjaan pasar dapat dituntaskan sesuai rencana yang sudah dibuat.

"Kepada pihak rekanan agar segera menuntaskan pekerjaan sesuai kontrak yang ada, sehingga Pasar Sayur Koto Baru sudah dapat dimanfaatkan di bulan Januari tahun depan. Kalau perlu ditambah personil mengejar sisa waktu mengingat tahun anggaran 2019 tinggal beberapa hari lagi," ucap bupati merespon pihak rekanan yang menyebut capaian pekerjaan baru mencapai 90 persen.

Bupati Irdinansyah juga berpesan kepada Camat X Koto Khairunnas, Walinagari Koto Baru dan Pengurus Pasar yang turut hadir, terus memantau dan berkoordinasi dengan pihak rekanan dan jika ditemukan permasalahan segera dilaporkan agar bisa diambil tindakan.

Sebagaimana diketahui Revitalisasi Pasar Koto Baru merupakan program strategis pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan kabupaten Tanah Datar untuk mengatasi permasalahan macet yang sudah berlangsung cukup lama.


"Macet Koto Baru bukan hanya menjadi masalah Tanah Datar saja tetapi sudah menjadi masalah pemprov dan pusat, masalah kita semua, sehingga perlu didukung bersama masalah ini terselesaikan," sampai Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno saat peletakan batu pertama 5 bulan silam.

Konsep penyelesaiannya yang akhirnya dipakai yaitu menggeser pasar ke arah belakang dengan pembebasan lahan masyarakat setempat.

Bupati pada kesempatan itu juga menyebutkan revitalisasi Pasar Koto Baru bertujuan agar transaksi berjalan lancar tanpa merugikan pihak manapun.

"Kita juga punya target Pasar Koto Baru menjadi Pasar Regional sentra sayur di Sumatera Barat yang menyuplai kebutuhan sayur tidak hanya kabupaten/kota di Sumbar, tetapi ke luar provinsi bahkan mancanegara. Dampaknya pertanian akan maju di Tanah Datar ditopang oleh kecamatan lain di Tanah Datar," tukas bupati. 

Untuk tahap awal ini melalui APBD Tanah Datar sudah digelontorkan anggaran sebesar Rp. 4,7 milyar untuk untuk pembebasan lahan, pembuatan Detail Enginering Design (DED), Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) serta Analisa Dampak Lingkungan dan Lalu Lintas.

Sementara tahap I dari APBD Provinsi sebesar Rp.13,6 Miliar untuk tahap pertama dari Rp. 28,9 Miliar yang dibutuhkan.

Kegiatan Tahap I berupa pembuatan jalan lingkar dan pembangunan 2 (dua unit) gudang, pematangan lahan dan pembebasan jalan negara sementara tahap selanjutnya diusulkan untuk pembangunan los pedagang, kios, ruko, fasilitas umum, pagar keliling dan gedung pengelola. (Humas-rilis/wn)

 

 

  

Komentar

Ada 0 komentar di postingan ini

Tinggalkan Komentar

captcha